(Mesin Pencari Google)





Cerebral Palsy



Definisi Cerebral Palsy Campuran

Banyak (kemungkinan kebanyakan) anak-anak dengan cerebral palsy mempunyai banyak gejala-gejala dengan kombinasi-kombinasi dari beragam bentuk-bentuk dari cerebral palsy. Contohnya, anak-anak dengan spastic cerebral palsy sering berlanjut mempunyai head lag (kepala yang ketinggalan), yang adalah wakil dari hypotonia. Anak-anak dengan choreoathetoid atau hypotonic cerebral palsy seringkali mempunyai refleks-refleks tendon dalam yang meningkat, yang menyarankan beberapa kekejangan (spasticity).

Kondisi-Kondisi Lain Yang Berhubungan Dengan Cerebral Palsy

Karena cerebral palsy adalah indikasi dari kerusakan pada atau malfungsi dari otak, adalah masuk akal bahwa gejala-gejala lain yang berhubungan dengan disfungsi otak dapat hadir pada anak-anak yang terpengaruh dengan cerebral palsy. Kenyataannya penyakit-penyakit lain, selain disfungsi-disfungsi motor yang telah digambarkan, adalah hampir selalu terlihat pada pasien-pasien ini. Beberapa dari mereka seperti kemampuan bicara yang buruk, penyakit-penyakit menelan, mengeluarkan air liur, dan koordinasi motor halus atau kaar yang buruk adalah akibat dari penyakit motor yang mempengaruhi otot-otot yang spesifik yang terlibat pada fungsi-fungsi itu. Kondisi-kondisi lain adalah hasil-hasil dari luka-luka yang bersamaan pada area-area dari otak selain area-area motor.

Ketidakmampuan-ketidakmampian kognitif, adakalanya dirujuk sebagai penundaan perkembangan, seringkali dihubungkan dengan cerebral palsy. Sampai dengan 50% dari pasien-pasien dengan cerebral palsy mempunyai ketidakmampuan-ketidakmampian kognitif. Bagaimanapun, banyak dari anak-anak ini dapat dididik dan dipimpin ke kehidupan-kehidupan yang produktif. Adalah juga sama pentingnya untuk mencatat bahwa banyak anak-anak dengan gangguan motor yang parah yang disebabkan oleh cerebral palsy, seperti kasusnya dengan banyak anak-anak dengan bentuk choreoathetotic atau diplegic dari cerebral palsy, adalah hanya terganggu secara intelektual dengan ringan atau sama sekali tidak.

Virtually all testing of a young child's cognitive development involves some sort of motor activity on the part of the child. If a child is capable of complex thoughts, but incapable of motor activity, the observer will not be able to detect his or her mental aptitude. Therefore, one must be very careful in assigning labels to patients with cerebral palsy. Certain features, however, are more likely to be associated with significant cognitive disabilities in the patient with cerebral palsy. These include extensive damage occurring on both sides of the brain, children with spastic quadriplegia, microcephaly (small head size), a documented genetic disorder, and a documented prenatal infection.

Seizures adalah penemuan yang umum pada pasien-pasien dengan cerebral palsy. Barangkali sepertiga dari semua pasien-pasien cerebral palsy mempunyai seizures. Seizures disebabkan oleh aktivitas elektrik yang abnormal dari neuron-neuro di otak. Otak yang rusak atau cacad adalah lebih cenderung pada seizures. Lebih dari itu, ketidakmampuan kognitif seringkali dihubungkan dengan epileptic seizures.

The symptoms of seizures can vary depending on where in the brain they originate. Generalized seizures engage the entire cerebral cortex at once, while partial seizures only involve part of the cerebral cortex. Often, generalized seizures begin as partial seizures but spread throughout the brain rapidly. Generalized seizures may take the form of true convulsions ("grand mal"), in which the entire body jerks in a rhythmic fashion, or the form of absences ("petit mal"), which interrupt the patient's activities for a brief period, but does not cause a fall.

Other forms of generalized seizures can occur in the cerebral palsy patient. Atonic seizures cause the patient to slump suddenly to the ground or forward in their chair, resembling a marionette in which the puppeteer suddenly cut the strings. Tonic seizures are just the opposite and cause the entire body to suddenly stiffen. Both tonic and atonic seizures can result in drop attacks in which the patient falls to the ground, often resulting in injury.

Partial seizures may involve the jerking of the arm and leg on the same side of the body. Alternatively, they may be associated with strange sensory phenomena, such as flashing lights, or emotions, such as fear, depending on where in the brain the seizure occurs.

Kekurangan-kekurangan penglihatan seringkali terlihat. Beberapa dari mereka, contohnya, strabismus ("mata yang malas") dapat dikoreksi dengan prosedur-prosedur operasi pada otot-otot dari mata-mata. Beberapa dapat dikoreksi dengan kacamata-kacamata (yang mungkin sulit dilakukan pada anak-anak yang tidak kooperatif). Pada anak-anak yang lain kekurangan-kekurangan penglihatan adalah akibat dari luka-luka otak pada area-area otak yang berhubungan dengan penglihatan, menyumbang anak kebutaan (cortical blindness) bahkan jika mata-mata mereka sendiri adalah sangat normal. Pada saat ini tidak ada perawatan untuk memperbaiki kondisi ini.

Anak-anak dengan cerebral palsy dapat mempunyai penyakit-penyakit kemampuan bicara dari banyak tipe-tipe. Beberapa, seperti pengejaan kata yang buruk (dysarthria), adalah akibat dari gangguan dari mekanisme kemampuan bicara peripheral (koordinasi bibir-bibir, lidah, atau palate yang buruk). Pada keadaan-keadaan yang lain ada luka otak di gray matter dari otak yang mengontrol mekanisme pusat dari kemampuan bicara (aphasia).

Adalah sulit bagi anak-anak dengan cerebral palsy untuk menambah berat badan dan seringkali mempunyai pertumbuhan yang tertunda. Ini adalah akibat dari beberapa faktor-faktor termasuk penyakit-penyakit feeding, gastroesophageal reflux, dan pada beberapa kejadian-kejadian, contohnya, anak-anak dengan penyakit-penyakit choreoathetotic, konsumsi kalori yang berlebihan. Di sisi lain, obesity (kegemukan) dapat menjadi persoalan pada anak-anak dengan cerebral palsy yang mempunyai mobilitas yang terbatas.

Individuals with the choreoathetotic form of cerebral palsy might have compressed nerves or damage to the neck bones that can lead to damage to the spinal cord.

Other issues to be aware of are dental diseases, respiratory problems, urinary tract infections, osteoporosis and subsequent fractures, enuresis, encopresis, constipation.



Alat Steril Botol Susu Bayi