(Mesin Pencari Google)





Penyakit Celiac

(Usus Kecil)



Mengevaluasi Malabsorpsi Dan Malnutrisi Pada Penyakit Celiac

Penyakit celiac menyebabkan malabsorpsi dari nutrisi-nutrisi dan menjurus pada malnutrisi. Tes-tes tersedia yang membantu dalam evaluasi dari malabsorpsi dan malnutrisi; bagaimanapun, karena penyakit-penyakit lain dapat menyebabkan keduanya malabsorpsi dan malnutrisi, tes-tes ini tidak dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit celiac.

Pemeriksaan feces untuk malabsorpsi

Lemak dalam sample dari feces yang ditempatkan pada slide kaca dapat dinodakan dengan zat pewarna (Sudan stain) untuk membuat lemak terlihat dibawah mikroskop sebagai globules. Feces dari pasien dengan penyakit celiac seringkali mengandung banyak globules dari lemak yang ternoda, dan Sudan staining adalah tes penyaringan yang cepat dan mudah untuk jumlah-jumlah yang meningkat dari lemak dalam feces (steatorrhea). Untuk mendiagnosa steatorrhea secara konklusif, bagaimanapun, feces diambil melalui periode 72 jam, da lemak dalam feces secara kimia diukur dan dikwantifikasikan. Steatorrheic stools mempunyai kwantitas-kwantitas lemak yang tingginya abnormal. Karena malabsorpsi dan steatorrhea dapat terjadi dengan penyakit-penyakit usus lain (seperti pertumbuhan yang terlalu cepat bakteri usus kecil, reseksi atau pemotongan keluar usus kecil sebelumya, penyakit Crohn yang ekstensif dari usus kecil, dan chronic pancreatitis), feces-feces dengan jumlah-jumlah lemak yang besar hanya menaikan kecurigaan dari penyakit celiac namun tidak dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit celiac.

Tes-tes darah untuk malnutrisi dan keurangan-kekurangan vitamin

Malabsorpsi mengurangi absorpsi dari protein dan menyebabkan tingkat-tingkat protein darah yang berkurang. Ini dapat dilihat umumnya sebagai tingkat albumen darah yang berkurang, protein yang paling terkonsentrasi dalam darah. Protein-protein lain dalam darah, contohnya, pre-albumen dan transferrin juga mungkin berkurang.

Malabsorpsi usus dapat menjurus pada kekurangan-kekurangan dan tingkat-tingkat darah yang rendah dari zat besi, calcium, vitamin B12, folate, Vitamin D dan vitamin K. Kekurangan-kekurangan ini, pada gilirannya, dapat menjurus pada kelainan-kelainan tes darah lain seperti:

  1. Anemia kekurangan zat besi: Zat besi adalah komponen yang penting dari hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Ketika zat besi berkurang, produksi dari sel-sel darah merah teganggu, dan anemia berkembang. Anemia kekurangan zat besi dapat terjadi melalui kehilangan darah (dengan sel-sel darah merahnya yang mengandung zat besi) atau kekurangan absorpsi zat besi usus. Perdarahan menstruasi yang berat dan kanker colon yang berdarah kedalam usus adalah dua penyebab-peyebab yang umum dari anemia kekurangan zat besi yang disebabkan oleh kehilangan darah. Penyakit celiac menyebabkan anemia kekurangan zat besi dengan mengurangi absorpsi zat besi usus. Nyatanya, anemia kekuranga zat besi dapat menjadi petunjuk yang penting pada kehadiran dari penyakit celiac.
  2. Prothrombin time (ProTime) yang diperpanjang secara abnormal: ProTime adalah tes darah yang mengukur berapa cepat darah menggumpal/membeku. Penggumpalan darah memerlukan protein-protein khusus atau faktor-faktor pembeku, banyak darinya dibuat oleh hati. Pembentukan faktor-faktor pembeku oleh hati memerlukan vitamin K. Ketika absorpsi vitamin K dari usus berkurang, seperti pada penyakit celiac, produksi dari faktor-faktor pembeku oleh hati tidak cukup, dan pembekuan darah tertunda. Pembekuan yang tertunda dicerminkan pada ProTime yang abnormal, dan individu-individu dengan ProTime yang abnormal mempunyai risiko yang lebih tinggi dari perdarahan yang abnormal atau berlebihan.

Anemia kekurangan zat besi, ProTime yang abnormal, steatorrhea, dan tingkat-tingkat zat besi dan vitamin yang rendah dapat terjadi pada penyakit-penyakit yang lain daripada penyakit celiac. Oleh karenanya kehadiran dari kelainan-kelainan ini hanya menaikan kecurigaan dari penyakit celiac namun tidak secara spesifik mendiagnosa penyakit celiac.



Alat Steril Botol Susu Bayi