(Mesin Pencari Google)





Penyakit Celiac

(Usus Kecil)



Mendiagnosa Penyakit Celiac

Penyakit celiac dicurigai ketika individu-individu mempunyai tanda-tanda atau gejala-gejala dari malabsorpsi atau malnutrisi. Penyakit-penyakit lain, bagaimanapun, dapat menghasilkan malabsorpsi dan malnutrisi, contohnya, kekurangan pancreatic (pankreas yang tidak mampu menghasilkan enzim-enzim pencernaan), penyakit Crohn dari usus kecil, dan pertumbuhan terlalu cepat bakteri usus kecil. Adalah penting, oleh karenanya, untuk mengkonfirmasi penyakit celiac yang dicurigai dengan pengujian yang tepat.

Biopsi usus kecil

Biopsi usus kecil dipertimbangkan sebagai tes yang paling akurat untuk penyakit celiac. Biopsi-biopsi usus kecil dapat diperoleh dengan melakukan esophagogastroduodenoscopy (EGD). Sewaktu EGD, dokter memasukan endoscope penglihat yang panjang dan lentur melalui mulut dan kedalam duodenum. Alat biopsi yang panjang dan lentur kemudian dapat dilewatkan melalui kanal yang kecil dalam endoscope untuk memperoleh samples dari lapisan usus dari duodenum. Berbagai samples biasaya diperoleh untuk meningkatkan ketepatan dari diagnosis. Ahli patologi kemudian dapat memeriksa biopsi-biopsi (dibawah mikroskop) untuk kehilangan villi dan karakteristik-karakteristik lain dari penyakit celiac seperti angka-angka yang meningkat dari lymphocytes.

Biopsi-biopsi usus kecil bagaimanapun mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan. Contohnya, acute viral gastroenteritis dan alergi pada susu sapi atau protein kedele dapat menyebabkan biopsi-biopsi usus kecil yang abnormal yang tidak dapat dibedakan dari penyakit celiac. Bagaimanapun, acute viral gastroenteritis tidak dengan mudah dikacaukan dengan penyakit celiac karena perbedaan dalam keakutan dari gejala-gejala. (Acute viral gastroenteritis mempunyai penimbulan yang tiba-tiba dari gejala-gejala dan berlangsung hanya beberapa hari). Adalah bagaimanapun lebih mudah mengacaukan alergi-alergi susu sapi dan protein kedele dengan penyakit celiac, namun kondisi-kondisi alergi ini adalah jarang terutama terjadi pada anak-anak yang muda. Walaupun keterbatasan-keterbatasan ini, biopsi-biopsi usus kecil direkomendasikan bahkan untuk individu-individu yang mempunyai tes-tes antibodi yang abnormal untuk penyakit celiac. (Lihat diskusi yang berikut).

Tes-tes antibodi spesifik untuk penyakit celiac

Antibodi-antibodi adalah protein-protein yang dihasilkan oleh sistim imun untuk melawan virus-virus, bakteri-bakteri, dan organisme-organisme lain yang menginfeksi tubuh. Adakalanya, bagaimanpun, tubuh menghasilkan antibodi-antibodi terhadap senyawa-senyawa yang tidak infeksius di lingkungan (contohnya, pada hay fever) dan bahkan terhadap jaringan-jaringannya sendiri (autoimmunity).

Tes-tes darah yang adalah spesifik untuk penyakit celiac termasuk endomysial antibodies, anti-tissue transglutaminase antibodies, dan anti-gliadin antibodies. Pada pasien-pasien dengan penyakit celiac, anti-gliadin antibody adalah antibodi yang dihasilkan terhadap gliadin dalam diet (makanan) dan endomysial dan anti-tissue transglutaminase antibodies adalah antibodi-antibodi yang dihasilkan terhadap jaringan-jaringan tubuhnya sendiri.

Endomysial antibodies dan anti-tissue transglutaminase antibodies sangat dapat dipercayai dalam mendiagnosa penyakit celiac. Seorang individu dengan kenaikan yang abnormal dari endomysial dan anti-tissue transglutaminase antibodies mempunyai kesempatan yang lebih besar dari 95% mempunyai penyakit celiac. Anti-gliadin antibodies adalah kurang dapat dipercayai dan mempunyai angka positif palsu yang tinggi. Jadi seseorang dengan kenaikan yang abnormal dari tingkat anti-gliadin antibody tidak perlu mempunyai penyakit celiac. Meskipun demikian, tingkat-tingkat anti-gliadin antibody adalah bermanfaat dalam memonitor respon pada perawatan karena tingkat-tingkat anti-gliadin antibody biasanya mulai jatuh dalam beberapa bulan dari perawatan penyakit celiac yang sukses dengan diet yang bebas gluten.



Alat Steril Botol Susu Bayi