(Mesin Pencari Google)





Penyakit Celiac

(Usus Kecil)



Definisi Penyakit Celiac

Penyakit Celiac adalah penyakit dari usus kecil. Usus kecil adalah tabung sepanjang 22 kaki yang mulai pada lambung dan berakhir pada usus besar (colon). 1-1/2 kaki pertama dari usus kecil (bagian yang melekat pada lambung) disebut duodenum, bagian tengah disebut jejunum, dan bagian akhir (bagian yang melekat pada usus besar) disebut ileum. Makanan mengosongkan diri dari lambung kedalam usus kecil dimana ia dicerna dan diserap kedalam tubuh. Sementara makanan dicerna dan diserap, ia diangkut oleh usus kecil ke colon (usus besar). Apa yang memasuki colon adalah terutama makanan yang tidak tercerna. Pada penyakit celiac, ada reaksi immunological (allergic) didalam lapisan bagian dalam dari usus kecil pada protein-protein (gluten) yang hadir pada wheat (terigu/gandum), rye, barley dan, pada tingkat yang lebih kecil, pada oats (sejenis gandum). Reaksi immunological menyebabkan peradangan yang menghancurkan lapisan usus kecil. Ini mengurangi penyerapan (absorpsi) dari nutrisi-nutrisi diet dan dapat menjurus pada gejala-gejala dan tanda-tanda dari kekurangan-kekurangan nutrisi, vitamin, dan mineral. Nama-nama lain untuk penyakit celiac termasuk penyakit sprue, nontropical sprue, gluten enteropathy, dan celiac dewasa. (Tropical sprue adalah penyakit lain dari usus kecil yang terjadi pada iklim-iklim tropis. Meskipun tropical sprue mungkin menyebabkan gejala-gejala yang serupa pada penyakit celiac, dua penyakit-penyakit itu tidak berhubungan).

Penyakit celiac adalah umum di negara-negara Eropa, terutama di Ireland, Italy, Sweden, dan Austria. Di Northern Ireland, contohnya, satu dalam setiap 300 orang-orang mempunyai penyakit celiac. Di Finland, kelaziman (prevalence) mungkin setinggi satu dalam setiap 100 orang-orang. Penyakit celiac juga terjadi di Amerika Utara dimana kelaziman telah diperkirakan pada satu dalam setiap 3000 orang. Sayangnya, kebanyakan studi-studi populasi meremehkan kelaziman dari penyakit celiac karena banyak pasien-pasien yang mengembangkan penyakit celiac mempunyai sedikit atau tidak ada gejala-gejala sampai kemudian dalam kehidupannya. Kenyataannya, studi baru-baru ini di Amerika menyarankan bahwa kelaziman dari penyakit celiac di Amerika adalah serupa Eropa.

Penyebab Penyakit Celiac

Penghancuran lapisan bagian dalam dari usus kecil pada penyakit celiac disebakan oleh reaksi immunological (allergic) pada gluten dalam diet (makanan) yang meradang dan menghancurkan lapisan dalam usus kecil. Ada bukti bahwa reaksi ini sebagain adalah genetik dan diwariskan. Jadi, kira-kira 10% dari saudara-saudara derajat satu (orangtua, saudara-saudara kandung atau anak-anak) dari individu-individu dengan penyakit celiac juga akan mempunyai penyakit celiac. Sebagai tambahan, pada kira-kira 30% dari kembar-kembar fraternal (persaudaraan) dan 70% dari kembar-kembar yang identik, kedua-duanya kembar akan mempunyai penyakit celiac. Akhirnya, gen-gen tertentu telah ditemukan adalah lebih umum diantara individu-individu dengan penyakit celiac daripada individu-individu tanpa penyakit celiac.

Gluten adalah keluarga dari protein-protein yang hadir dalam wheat (terigu/gandum). Beberapa dari protein-protein yang membentuk gluten (satu yang dilarutkan dengan alkohol) disebut gliadin. Adalah gliadin dalam gluten yang menyebabkan reaksi immunological pada penyakit celiac. Mekanisme dengan mana gliadin menjadi beracun (merusak) adalah tidak jelas; bagaimanapun, banyak studi-studi ilmiah sedang dikerjakan, dan kita mulai mengerti mekanismenya.

Protein-protein, termasuk gliadin, adalah rantai-rantai panjang dari asam-asam amino - sampai beberapa ratus -- yang melekat satu sama lainnya. Normalnya sewaktu pencernaan, enzim-enzim pencernaan dalam usus kecil mengurai protein-protein kedalam asam-asam amino tunggal dan rantai-rantai yang lebih kecil dari asam-asam amino. Ini perlu karena usus hanya dapat menyerap asam-asam amino tunggal atau, paling banyak, rantai-rantai dari 3-4 asam-asam amino. Asam-asam amino tunggal dan rantai-rantai dari beberapa asam-asam amino tidak menyebabkan persoalan-persoalan untuk usus. Nampaknya, bagaimanapun, bahwa gliadin tidak sepenuhnya diurai oleh enzim-enzim usus. Beberpa rantai-rantai panjang dari asam-asam amino tetap utuh. Entah bagaimana rantai-rantai yang lebih besar ini memasuki sel-sel yang melapisi usus, mungkin karena sel-sel dapat ditembus secara abnormal (bocor) oleh rantai-rantai yang lebih panjang dari asam-asam amino. Beberapa dari rantai-rantai yang lebih panjang ini adalah beracun (merusak) pada sel-sel usus. Salah satu dari rantai-rantai yang lebih panjang melekat pada enzim didalam sel-sel, jaringan transglutaminase. Pada individu-individu dengan penyakit celiac, kompleks dari rantai asam-asam amino yang lebih panjang dan jaringan tranglutaminase mencetuskan reaksi imun yang menyerang kompleks dan pada saat yang sama merusak sel-sel usus.

Barley (semacam gandum yang dipakai untuk membuat bir) dan rye (gandum hitam) mengandung protein-protein yang serupa gliadin dan dapat menyebabkan penyakit celiac pada individu-individu yang secara genetik dipengaruhi. Oats juga mengandung protein-protein yang serupa gliadin, namun tidak seperti barley dan rye, protein-protein yang serupa gliadin pada oats menyebabkan peradangan yang lemah dan pada hanya sedikit individu-individu yang dipengaruhi untuk mengembangkan penyakit celiac. Beras dan jagung tidak menyebabkan penyakit celiac karena mereka tidak mengandung protein-protein yang serupa gliadin.



Alat Steril Botol Susu Bayi