(Mesin Pencari Google)
OBAT-OBAT
BETA BLOCKERS
Efek-Efek Sampingan Beta Blockers
- Beta blockers mungkin menyebabkan:
- diare
- kejang-kejang perut,
- mual, dan
- muntah
- Ruam, penglihatan yang kabur, kejang-kejang otot, dan kelelahan mungkin juga terjadi.
- Sebagai perluasan dari efek-efek mereka yang bermanfaat, mereka memperlambat denyut jantung, mengurangi tekanan darah, dan mungkin menyebabkan gagal jantung atau penghalangan jantung pada pasien-pasien dengan persoalan-persoalan jantung.
- Beta blockers harus tidak diberhentikan dengan tiba-tiba karena penghentian tiba-tiba mungkin memperburuk angina (nyeri dada) dan menyebabkan serangan-serangan jantung atau kematian mendadak.
- Efek-efek sistim syaraf pusat dari beta blockers termasuk:
- sakit kepala,
- depresi,
- kebingungan,
- kepeningan,
- mimpi-mimpi buruk, dan
- halusinasi-halusinasi.
- Beta blockers yang menghalangi Beta-2 receptors mungkin menyebabkan sesak napas pada penderita-penderita asma (asthmatics).
- Seperti dengan obat-obat lain yang digunakan untuk merawat tekanan darah tinggi, disfungsi seksual mungkin terjadi.
- Beta blockers mungkin menyebabkan glukosa darah yang rendah atau tinggi dan menyembunyikan gejala-gejala dari glukosa darah rendah (hypoglycemia) pada pasien-pasien diabetik.
Obat-Obat Yang Berinteraksi Dengan Beta Blockers
- Mengkombinasikan propranolol (Inderal) atau pindolol (Visken) dengan thioridazine (Mellaril) atau chlorpromazine (Thorazine) mungkin berakibat pada tekanan darah rendah (hipotensi) dan irama-irama jantung abnormal karena obat-obat mengganggu eliminasi satu sama lainnya dan berakibat pada tingkat-tingkat dari obat-obat yang meninggi.
- Kenaikan-kenaikan dalam tekanan darah yang berbahaya mungkin terjadi ketika clonidine (Catapres) dikombinasikan dengan beta blocker, atau ketika clonidine (Catapres) atau beta blocker dihentikan setelah penggunaan berbarengannya. Tekanan darah harus dimonitor secara ketat setelah inisiasi (permulaan) atau penghentian dari clonidine (Catapres) atau beta blocker jika mereka telah digunakan bersama-sama.
- Phenobarbital dan agen-agen serupa mungkin meningkatkan penguraian dan mengurangi tingkat-tingkat darah dari propanolol (Inderal) atau metoprolol (Lopressor, Toprol XL). Ini mungkin mengurangi keefektifan dari beta blocker.
- Aspirin dan obat-obat antiperadangan nonsteroid atau nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs) lain (contohnya, ibuprofen) mungkin menetralkan efek-efek yang mengurangi tekanan darah dari beta blockers karena mereka mengurangi efek dari prostaglandins. Prostaglandins memainkan peran dalam mengontrol tekanan darah.
| |