(Mesin Pencari Google)





BATU-BATU EMPEDU

(GALLSTONES)



Hubungan Endapan (Sludge) Pada Batu-Batu Empedu

Endapan adalah suatu istilah umum yang digunakan pada suatu kelainan dari empedu yang terlihat dengan ultrasonography dari kantong empedu. Secara khas, empedu didalam kantong empedu terlihat dengan dua kepadatan-kepadatan yang berbeda dengan empedu yang lebih padat berada didasar. Empedu lebih pekat karena ia mengandung partikel-partikel mikroskopik, biasanya kolesterol atau pigmen, yang tertempel dalam lendir. Lendir dikeluarkan oleh kantong empedu. Seiring waktu, endapan mungkin menetap didalam kantong empedu, ia mungkin menghilang dan tidak kembali, atau ia mungkin datang dan pergi. Seperti didiskusikan sebelumnya, partikel-partikel ini mungkin adalah pelopor-pelopor dari batu-batu empedu, dan mereka terjadi seringkali pada beberapa situasi-situasi dimana batu-batu empedu seringkali timbul, contohnya, kehilangan berat badan yang cepat, kehanilan, dan dengan puasa yang lama.

Meskipun demikian, nampaknya bahwa endapan terus menjadi batu-batu endapan pada hanya suatu minoritas dari individu-individu. Untuk membuat hal-hal lebih sulit, adalah tidak jelas berapa sering - jika sama sekali - endapan sendiri menyebabkan persoalan-persoalan. Endapan telah disalahkan untuk banyak dari gejala-gejala yang sama seperti batu-batu empedu - biliary colic, cholecystitis, dan pankreatitis, namun seringkali gejala-gejala dan komplikasi-komplikasi ini disebabkan oleh batu-batu empedu yang sangat kecil yang telah tidak ditemukan oleh ultrasonography. Lebih dari itu, adalah mungkin bahwa gejala-gejala dan komplikasi-komplikasi seperti batu empedu ini sebenarnya disebabkan oleh batu-batu empedu kecil yang telah melewati saluran-saluran dan kedalam usus kecil daripada endapan itu sendiri. Jadi, ada ketidakpastian tentang arti dari endapan.

Adalah jelas, bagaimanapun, bahwa endapan adalah bukan sama dengan batu-batu empedu. Implikasi praktis dari ketidakpastian ini adalah bahwa kecuali gejala-gejala seorang pasien adalah khas dari batu-batu empedu, endapan seharusnya tidak dipertimbangkan sebagai penyebab dari gejala-gejala.

Mendiagnosis Batu-Batu Empedu

Batu-batu empedu didiagnose dalam satu atau dua situasi-situasi.

  • Yang pertama adalah ketika ada gejala-gejala atau tanda-tanda yang menyarankan batu-batu empedu, dan diagnosis dari batu-batu empedu sedang dikejar.
  • Yang kedua adalah secara kebetulan ketika suatu persoalan medis yang tidak berhubungan dengan batu empedu sedang dievaluasi.

Ultrasonography adalah cara-cara yang paling penting dari diagnosa batu-batu empedu. Standard computerized tomography (CT atau CAT scan) dan magnetic resonance imaging (MRI) mungkin adakalanya menunjukan batu-batu empedu; bagaimanapun, mereka adalah buruk untuk melakukannya dibanding dengan ultrasonography.

Ultrasonography

Ultrasonography adalah suatu teknik radiologi yang menggunakan gelombang-gelombang suara berfrekwensi tinggi untuk menghasilkan gambar-gambar dari organ-organ dan struktur-struktur tubuh. Gelombang-gelombang suara dipancarkan dari suatu alat yang disebut suatu transducer dan dikirim melalui jaringan-jaringan tubuh. Gelombang-gelombang suara dipantulkan oleh permukaan-permukaan dan interior-interior (bagian dalam) dari organ-organ dan struktur-struktur dalam sebagai "gema-gema (echoes)". Gema-gema ini balik ke transducer dan dipancarkan secara elektrik pada suatu monitor penglihat. Dari monitor, skema (outline) dari organ-organ dan struktur-struktur dapat ditentukan dan begitu juga konsistensinya, contohnya, cairan atau padat.

Ada dua tipe-tipe dari ultrasonography yang dapat digunakan untuk diagnosis batu-batu empedu, 1) transabdominal ultrasonography dan 2) endoscopic ultrasonography.

Transabdominal ultrasonography

Untuk transabdominal ultrasonography transducer ditempatkan secara langsung pada kulit perut yang telah dipakaikan suatu gel. Gelombang-gelombang suara berjalan melalui kulit dan kemudian kedalam organ-organ perut. Transabdominal ultrasonography tidak nyeri/sakit, tidak mahal, dan tanpa risiko pada pasien. Sebagai tambahan pada pengidentifikasian 97% dari batu-batu empedu dalam kantong empedu, abdominal ultrasonography dapat mengidentifikasi banyak abnormalitas-abnormalitas lain yang berhubungan dengan batu-batu empedu . Ia dapat mengidentifikasi:

  • penebalan dinding kantong empedu ketika ada cholecystitis,
  • kantong-kantong empedu dan saluran-saluran empedu yang membesar yang disebabkan leh halangan/rintangan saluran-saluran oleh batu-batu empedu,
  • pankreatitis, dan
  • endapan/lumpur.

Transabdominal ultrasonography juga mungkin mengidentifikasi penyait-penyakit yang tidak berhubungan dengan batu-batu empedu yang mungkin adalah penyebab persoalan pasien, contohnya, appendicitis (radang usus buntu). Keterbatasan-keterbatasan dari transabdominal ultrasonography adalah bahwa ia hanya dapat mengidentifikasi batu-batu empedu yang lebih besar dari 4-5 milimeter dalam ukurannya, dan ia adalah buruk dalam mengidentifikasi batu-batu empedu dalam saluran-saluran.

Endoscopic ultrasonography

Untuk endoscopic ultrasonography, suatu tabung panjang yang lentur - endoscope - ditelan oleh pasien setelah ia ditenangkan dengan obat intravena. Ujung dari endoscope dilengkapi dengan suatu ultrasound transducer. Transducer dimajukan kedalam duodenum (usus dua belas jari) dimana gambar-gambar ultrasonographic diperoleh.

Endoscopic ultrasonography dapat mengindentifikasi batu-batu empedu dan abnormalitas-abnormalitas yang sama seperti transabdominal ultrasonography; bagaimanapun, kerena transducer adalah lebih dekat pada struktur-struktur yang tertarik - kantong empedu, saluran-saluran empedu, dan pankreas - gambar-gambar yang lebih baik diperoleh daripada dengan transabdominal ultrasonography. Jadi, adalah mungkin untuk memperlihatkan batu-batu empedu yang lebih kecil dengan endoscopic daripada transabdominal ultrasonography. Ia juga lebih baik untuk mengidentifikasi batu-batu empedu dalam saluran empedu common.

Meskipun endoscopic ultrasonography adalah dalam banyak cara-cara lebih baik daripada transabdominal ultrasonography, ia adalah mahal, tidak tersedia dimana-mana, dan membawa risiko-risiko kecil dari pemberian obat penenang secara intravena dan perforasi (pelubangan) usus kecil oleh endoscope. Untungnya, transabdominal ultrasonography biasanya memberikan semua informasi yang diperlukan , dan endoscopic ultrasonography adalah jarang diperlukan. Endoscopic ultrasonography juga adalah suatu cara yang lebih baik daripada transabdominal ultrasound untuk mengevaluasi pankreas.

Magnetic resonance cholangio-pancreatography (MRCP)

Magnetic resonance cholangio-pancreatography atau MRCP adalah suatu modifikasi yang relatif baru dari magnetic resonance imaging (MRI) yang mengizinkan saluran-saluran empedu dan pankreas untuk diperiksa.

  • Untuk MRCP, pasien ditempatkan pada suatu medan magnet yang kuat yang membariskan/meluruskan (magnetizes) proton-proton dalam molekul-molekul air didalam jaringan-jaringan. Proton-proton adalah bagian-bagian dari atom-atom yang membentuk molekul-molekul air. Semua jaringan-jaringan tubuh mengandung air walaupun mereka mengandung jumlah-jumlah air yang berbeda.
  • Gelombang-gelombang radio yang membawa energi kemudian dilewatkan melalui jaringan-jaringan, dan energinya diserap oleh proton-proton air.
  • Gelombang-gelombang radio kemudian dimatikan, dan proton-proton melepaskan energi yang mereka telah serap.
  • Energi yang dilepas digunakan untuk membentuk suatu gambar dari jaringan-jaringan dan organ-organ tubuh.
  • MRI memisahkan jaringan-jaringan dan organ-organ berdasarkan pada konsentrasi-konsentrasi air mereka. Karena jaringan-jaringan yang berbeda mengandung jumlah-jumlah air yang berbeda, MRCP adalah sangat baik pada penyediaan gambar-gambar dari organ-organ dan jaringan-jaringan.
  • Karena empedu adalah kebanyakan air, MRCP memberikan suatu gambar empedu yang sangat baik didalam kantong empedu dan saluran-saluran empedu. Saluran pankreas, yang, seperti saluran-saluran empedu, diisi dengan suatu cairan yang berair, juga terlihat dengan baik.

Jadi, prosedur disebut cholangio- (merujuk pada saluran-saluran empedu) pancreatography (merujuk pada saluran pankreas).

MRCP dalam banyak kejadian-kejadian telah menggantikan prosedur-prosedur lain seperti cholescintigraphy (HIDA scan) dan endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). Ia dapat mengidentifikasi batu-batu empedu dalam saluran-saluran empedu, halangan/rintangan dari saluran-saluran, dan kebocoran-kebocoran empedu. Tidak ada risiko-risiko pada pasien dengan MRCP.

Cholescintigraphy (HIDA scan)

Cholescintigraphy adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh dokter-dokter medis nuklir. Ia adakalanya dirujuk sebagai suatu HIDA scan atau suatu scan kantong empedu.

  • Untuk suatu HIDA scan, suatu bahan kimia radioaktif disuntikan secara intravena kedalam pasien.
  • Bahan kimia radioaktif dikeluarkan dari darah oleh hati dan dikeluarkan kedalam empedu.
  • Bahan kimia kemudian beredar dimana-mana yang empedu pergi - kedalam saluran-saluran empedu, kantong empedu, usus ecil, dan tempat lain apa saja yang empedu pergi.
  • Sebuah kamera yang merasakan keradioaktifan (seperti suatu pengukur Geiger) kemudian ditempatkan diatas perut pasien dan sebuah "gambar" dari hati, saluran-saluran empedu, dan kantong empedu diperoleh yang berhubungan pada dimana bahan-bahan kimia radioaktif telah berjalan didalamnya, atau diluar dari saluran-saluran empedu yang telah diisi dengan empedu, dan kantong empedu.

HIDA scans digunakan untuk mengidentifikasi halangan dari saluran-saluran empedu, contohnya, oleh sebuah batu empedu. Mereka juga mungkin mengidentifikasi kebocoran-kebocoran empedu dan fistula-fistula. Tidak ada risiko-risiko pada pasien dengan HIDA scans.

Cholescintigraphy juga digunakan untuk mempelajari pengosongan kantong empedu. Beberapa pasien-pasien dengan batu-batu empedu telah mempunyai peradangan kantong-kantong empedunya yang disebabkan oleh episode-episode yang diketahui atau tidak diketahui dari cholecystitis. Ada juga penyebab-penyebab peradangan dari kantong empedu yang tidak umum yang tidak berhubungan dengan batu empedu. Peradangan dapat berakibat pada luka parut dari dinding dan otot kantong empedu, yang mengurangi kemampuan kantong empedu untuk berkontraksi. Sebagai akibatnya, kantong empedu tidak mengosongkan secara normal. Selama cholescintigraphy, suatu hormon sintetik yang berhubungan dengan cholecystokinin (hormon yang diproduksi tubuh dan dilepaskan selama makan untuk menyebabkan kantong empedu untuk berkontraksi) dapat disuntikan secara intravena untuk menyebabkan kantong empedu berkontraksi dan memeras keluar empedu dan radioaktifnya kedalam usus kecil. Jika kantong empedu tidak mengosongkan empedu dan radioaktifnya secara normal, diasumsikan bahwa kantong empedunya berpenyakit sebagai akibat dari peradangan batu-batu empedu atau yang tidak berhubungan dengan batu empedu.

Persoalan dengan menginterpretasikan suatu studi pengosongan kantong empedu adalah bahwa banyak orang-orang dengan kantong-kantong empedu yang normal mempunyai pengosongan kantong empedu yang abnormal. Oleh karenanya, adalah berbahaya mendasarkan suatu diagnosa dari suatu kantng empedu yang berpenyakit pada pengosongan kantong empedu yang abnormal sendirian.

Endoscopic retrograde cholangio-pancreatography (ERCP)

ERCP adalah suatu prosedur x-ray untuk memeriksa duodenum (bagian pertama dari usus kecil), papilla of Vater (suatu struktur yang menyerupai pentil kecil dimana saluran-saluran empedu common dan pankreas memasuki duodenum), saaluran-saluran empedu, kantong empedu dan saluran pankreas.

Prosedur dilakukan dengan menggunakan suatu alat penglihat yang panjang dan lentur (suatu duodenoscope, suatu tipe dari endoscope) sekitar diameter dari suatu fulpen. Duodenoscope adalah lentur dan dapat diarahkan dan digerakkan di sekeliling banyak belokan-belokan dari lambung dan usus kecil. Video-endoscope, tipe dari duodenoscope yang paling umum, menggunakan suatu kawat yang kecil denga suatu chip pada ujung alatnya untuk memancarkan gambar-gambar video ke suatu layar TV.

  • Pertama-tama pasien diberikan obat penenang dengan obat-obat secara intravena.
  • Duodenoscope kemudian dimasukkan melalui mulut, ke belakang tenggorokan, turun kebawah saluran makanan (esophagus), melalui lambung dan kedalam bagian pertama dari usus kecil (duodenum).
  • Sekali papilla of Vater teridentifikasi, suatu kateter plastik kecil (cannula) dilewatkan melalui suatu kanal didalam duodenoscope kedalam papilla of Vater, dan kedalam saluran-saluran empedu dan saluran pankreas.
  • Material kontras (dye) kemudian disuntikan, dan x-rays diambil dari saluran-saluran empedu, kantong empedu dan/atau saluran pankreas.

ERCP dapat mengidentifikasi 1) batu-batu empedu didalam kantong empedu (walaupun ini tidak terutama bagus pada ini) dan 2) kemacetan dari saluran-saluran empedu, contohnya, oleh batu-batu empedu, dan 3) kebocoran-kebocoran empedu. ERCP juga mungkn mengidentifikasi penyakit-penyakit yang tidak berhubungan dengan batu-batu empedu yang mungkin adalah penyebab dari perosalan pasien, contohnya, pankreatitis atau kanker pankreas.

Suatu keuntungan dari ERCP adalah bahwa alat-alat dapat dilewatkan melalui kanal yang sama seperti cannula yang digunakan untuk menyuntikan dye untuk mencabut batu-batu empedu yang tersangkut di saluran-saluran common dan hepatik. Ini dapat menyelamatkan pasien dari mendapatkan suatu operasi. ERCP mempunyai beberapa risik-risiko yang penting yang berkaitan dengannya, termasuk obat-obat yang digunakan untuk penenangan (sedation), perforasi (pelubangan) dari duodenum oleh duodenoscope, dan pankreatitis (disebabkan oleh kerusakan pada pankreas). Jika batu-batu empedu dicabut/dikeluarkan, perdarahan juga mungkin terjadi.

Tes-Tes Darah Hati dan Pankreas

Ketika hati atau pankreas meradang atau saluran-salurannya terhalang, sel-sel hati dan pankreas melepaskan beberapa dari enzim-enzim mereka kedalam darah. Enzim-enzim hati yang paling umum diukur dalam darah adalah aspartate aminotransferase (AST/SGOT) dan alanine aminotransferase (ALT/SGPT). Enzim-enzim pankreas dalam darah yang paling umum diukur adalah amylase dan lipase. Banyak kondisi-kondisi medis yang mempengaruhi hati atau pankreas menyebabkan tes-tes darah menjadi abnormal, jadi abnormalitas-abnormalitas tidak dapat digunakan untuk mendiagnose batu-batu empedu. Meskipun demikian, abnormalitas-abnormalitas pada tes-tes ini menyarankan ada suatu persoalan dengan hati, saluran-salran empedu, atau pankreas, dan batu-batu empedu adalah suatu penyebab yang umum dari tes-tes abnormal semacam itu, terutama selama halangan/rintangan yang tiba-tiba dari saluran-saluran empedu atau pankreas. Jadi, tes-tes darah hati dan pankreas yang abnormal mengarahkan perhatian pada kemungkinan bahwa batu-batu empedu mungkin hadir dan menyebabkan persoalan yang akut.

Duodenal biliary drainage

Duodenal biliary drainage adalah suatu prosedur yang adakalanya dapat bermanfaat dalam mendiagnosis batu-batu empedu, bagaimanapun, ia tidak seringkali digunakan. Seperti didiskusikan sebelumnya, batu-batu empedu mulai sebagai partikel-partikel mikroskopik dari kolesterol atau pigmen yang tumbuh dalam ukurannya. Adalah jelas bahwa beberapa orang-orang yang mengembangkan biliary colic, cholecystitis, atau pankreatitis mempunyai hanya partikel-partikel ini didalam kantong empedu mereka, namun partikel-partikel ini adalah terlalu kecil untuk menghalangi saluran-saluran. Ada dua penjelasan-penjelasan yang potensial untuk bagaimana halangan/rintangan mungkin terjadi pada situasi ini. Yang pertama adalah bahwa suatu batu empedu yang kecil telah menghalangi dan kemudian akhirnya melewati saluran-saluran empedu kedalam usus kecil. Yang kedua adalah bahwa partikel-partikel yang melewati saluran-saluran empedu dapat "mengiritasi" saluran-saluran, menyebabkan kejang dari otot didalam dinding-dinding dari saluran-saluran (yang menghalangi aliran empedu) atau peradangan dari saluran yang menyebabkan dinding saluran membengkak (dan juga menghalangi saluran).

  • Untuk duodenal drainage, suatu tabung karet atau plastik yang kecil dengan beberapa lubang-lubang pada ujungnya dilewatkan melalui lubang hidung pasien yang telah dibius, turun kebawah kebelakang dari tenggorokan, melalui kerongkongan dan lambung, dan kedalam duodenum dimana saluran-saluran empedu dan pankreas memasuki usus kecil. Ini dilakukan dengan bantuan dari x-ray (fluoroscopy).
  • Sekali tabung ditempat, suatu hormon sintetik yang berhubungan dengan cholecystokinin disuntikan secara intravena. Hormon menyebabkan kantong empedu berkontraksi dan memeras keluar empedu pekatnya kedalam duodenum.
  • Empedu kemudian dihisap melalui tabung didalam duodenum dan diperiksa untuk kehadiran dari partikel-partikel kolesterol dan pigmen dibawah sebuah mikroskop.

Risiko-risiko pada pasien dari duodenal drainage adalah minimal. Tidak pernah ada laporan-laporan dari reaksi-reaksi terhadap hormon-hormon sintetik. Meskipun demikian, duodenal drainage adalah tidak mengenakkan.

Suatu modifikasi dari duodenal drainage melibatkan pengumpulan empedu melalui suatu endoscope pada saat dari suatu upper gastrointestinal endoscopy - salah satu dari esophago-gastro-duodenoscopy (EGD) atau ERCP.

Oral cholecystogram (OCG)

Oral cholecystogram atau OCG adalah suatu prosedur radiologi (x-ray) untuk mendiagnosis batu-batu empedu.

  • Untuk suatu OCG, pasien mengkonsumsi tablet-tablet yang mengandung iodine untuk satu atau dua malam berturut-turut dan kemudian memperoleh suatu x-ray perutnya.
  • Iodine diserap dari usus kecil, dikeluarkan dari darah oleh hati, dan dikeluarkan kedalam empedu.
  • Didalam kantong empedu, iodine menjadi terkonsentrasi (pekat) bersama-sama dengan empedu.
  • Pada x-ray, iodine, yang adalah tebal/padat dan menghentikan x-rays, mengisis kantong empedu dan menggambarkan batu-batu empedu yang adalah tidak tebal/padat, dan mengizinkan x-rays untuk melewati mereka. Saluran-saluran tidak dapat dilihat pada x-ray karena iodine tidak pekat (terkonsentrasi) dalam saluran-saluran.

OCG adalah suatu prosedur yang baik sekali untuk mendiagnosis batu-batu empedu; ia menemukan 95% dari mereka. OCG telah digantikan, bagaimanapun, oleh ultrasonography karena ultrasonography adalah sedikit lebih baik dalam mendiagnosis batu-batu empedu dan dapat dilakukan segera tanpa menunggu satu atau dua hari untuk penyerapan iodine dari OCG, dikeluarkan, dan dipekatkan (dikonsentrasikan).

OCG juga tidak dapat memberikan informasi tentang kehadiran dari penyakit-penyakit yang tidak berhubungan dengan batu empedu seperti ultrasonography. Seperti yang akan diharapkan, ultrasonography adakalanya menemukan batu-batu empedu yang telah tidak ditemukan oleh OCG. Lebih jarang, OCG menemukan batu-batu empedu yang telah tidak ditemukan oleh ultrasonography. Untuk sebab ini , jika ada suatu kecurigaan yang kuat bahwa batu-batu empedu hadir namun ultrasonography tidak menunjukan mereka, adalah layak untuk mempertimbangkan melakukan suatu OCG. Suatu OCG seharusnya tidak dilakukan pada individu-individu yang alergi terhadap iodine.

Intravenous cholangiogram (IVC)

Intravenous cholangiogram atau IVC adalah suatu prosedur radiologi (x-ray) yang digunakan terutama untuk melihat pada saluran-saluran empedu intrahepatik dan ekstrahepatik yang lebih besar. Ia dapat digunakan untuk melokalisir (menemukan) batu-batu empedu didalam saluran-saluran ini.

Untuk suatu IVC, suatu dye yang mengandung iodine disuntikan secara intravena kedalam darah. Dye dikeluarkan dari darah oleh hati dan dikeluarkan kedalam empedu. Tidak seperti iodine yang digunakan dalam OCG, iodine dalam IVC dipekatkan (dikonsentrasikan) cukup dalam empedu untuk menggambarkan saluran-saluran dan batu-batu empedu didalamnya. IVC jarang digunakna karena ia telah diganti oleh MRI cholangiography dan endoscopic ultrasound . Lagi pula, reaksi-reaksi serius yang adakalanya pada dye yang mengandung iodine dapat terjadi, yang jarang mungkin berakibat pada kematian pasien.



Alat Steril Botol Susu Bayi