(Mesin Pencari Google)
Atrial Fibrillation
Yang Baru Pada Atrial Fibrillation
Pulmonary vein isolation
Empat vena-vena pulmo (pulmonary veins) adalah pembuluh-pembuluh darah yang mengangkut darah yang kaya oksigen dar paru-paru ke atrium kiri. Ada pita sempit dari sel-sel otot yang mengelilingi bukaan-bukaan (mulut-mulut) dari vena-vena pulmo dimana mereka memasuki atrium kiri. Pita dari sel-sel otot ini mungkin mulai secara aktif menembakan/melepaskan elektrik, dan penembakan atau pelepasan ini mungkin mengawali AF. Selama isolasi vena pulmo atau pulmonary vein isolation (PVI), pita dari sel-sel otot dihancurkan oleh tenaga yang diaplikasikan melalui kateter. Ini secara efektif menghalangi impuls-impuls elektrik dari penyeberangan dari pita ke atrium kiri dan makanya mencegah AF.
Prosedur. Sebelum PVI, dokter melakukan pemeriksaan sejarah dan fisik, EKG, 24-jam Holter monitor, dan trans-esophageal echocardiogram untuk menyampingkan gumpalan-gumpalan darah dalam atria, dan, adakalanya, CAT scan dari dada. Dokter juga mungkin meminta pasien untuk menghentikan obat-obat tertentu, terutama pengencer-pengencer darah seperti aspirin, clopidogrel (Plavix), atau warfarin, beberapa hari sebelum prosedur. Dokter mungkin memeriksa waktu prothrombin darah dan tingkat INR untuk memastikan bahwa penggumpalan darah adalah cukup untuk prosedur.
PVI dilakukan dibawah penenangan kesadaran yang dalam (namun bukan pembiusan umum) pada laboratorium electro-physiology jantung dan memakan waktu tiga sampai enam jam. Beberapa kateter-kateter dimasukan melalui vena-vena besar (di leher, lengan atau selangkangan) dan dimasukan kedalam atrium kiri dibawah bimbingan x-ray (fluoroscopy). Salah satu dar kateter-kateter dilengkapi dengan ultrasound transducer yang mengizinkan dokter untuk melihat struktur-struktur didalam jantung selama prosedur. Sambungan dari vena-vena pulmo (pulmonary veins) dengan atrium kiri diidentifikasi, dan tenaga kemudian digunakan melalui kateter yang lain pada area ini. Ini berakibat pada kehancuran dari pita dari sel-sel otot dan penggantian mereka oleh jaringan parut. Proses ini diulangi pada mulut dari setiap empat vena-vena pulmo kedalam atrium kiri.
Course post-pulmonary vein isolation. Setelah PVI, pasien-pasien tetap di unit telemetry rumah sakit untuk beberapa hari sehingga irama jantung dapat dimonitor.
Banyak pasien-pasien akan mengalami AF dan palpitasi-palpitasi (denyut jantung yang tidak teratur) ketika di rumah sakit dan selama dua atau tiga bulan pertama setelah PVI. Oleh karenanya, mereka diberikan obat-obat seperti amiodarone untuk mencegh episode-episode dari AF dan antikoagulasi dengan obat-obat seperti warfarin untuk mencegah stroke-stroke. Palpitasi-palpitasi dan episode-episode dari AF secara berangsur-angsur berkurang. Pada tiga bulan setelah prosedur, mayoritas dari pasien-pasien akan mempunyai irama normal, dan dokter mungkin menghentikan warfarin dan amiodarone.
Pasien-pasien biasanya akan mempunyai EKG dan CAT scan dada tiga bulan setelah PVI. CAT scan dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada penyempitan dari pulmonary veins (pulmonary vein stenosis) yang disebabkan oleh luka parut.
Keefektifan dari pulmonary vein isolation. PVI di Amerika adalah prosedur yang baru. Kebanyakan cardiologists (spesialis-spesialis jantung) di Amerika mempunyai pengalaman yang terbatas dengan PVI. Jika dilakukan oleh dokter-dokter yang berpengalaman, PVI dapat diharapkan mencegah AF pada 70% sampai 80% dari pasien-pasien selama tahun pertama. Beberapa pasien-pasien mungkin memerlukan prosedur-prosedur PVI tambahan untuk mencegah lebih jauh episode-episode AF. Karena prosedur ini adalah baru, adalah sulit untuk mengetahui apakah pasien-pasien yang dirawat dengan sukses akan terus menerus pada irama normal untuk periode waktu yang berkepanjangan.
Risiko-risiko dari pulmonary vein isolation. Jika dilakukan oleh dokter-dokter yang berpengalaman pada PVI, prosedur adalah aman. Risiko-risiko dari pulmonary vein isolation termasuk cardiac tamponade (perdarahan kedalam pericardium, kantong yang mengelilingi jantung), penyempitan mulut-mulut dari vena-vena pulmo, luka pada syaraf phrenic yang mengontrol fungsi dari diafragma, luka pada pembuluh-pembuluh darah tepi (peripheral), dan, pada kasus-kasus yang jarang, kematian.
Pada tahun-tahun awal dari PVI, dokter-dokter mencoba untuk menghancurkan jaringan-jaringan didalam vena-vena pulmo (pulmonary veins). Ini menjurus pada penyempitan (yang disebabkan oleh luka parut) dari pulmonary veins yang, pada gilirannya, menjurus pada pulmonary hypertension, kondisi dimana tekanan darah dalam pulmonary veins dan arteri-arteri meningkat. Pulmonary hypertension adalah kondisi yang serius yang dapat menjurus pada gagal jantung dan bahkan kematian. Dokter-dokter tidak lagi mencoba untuk menghancurkan jaringan didalam pulmonary veins. Sebagai gantinya, mereka mencoba untuk menghancurkan jaringan-jaringan hanya pada sambungan dari pulmonary veins dan atria. Teknik sekarang ini tidak hanya lebih aman namun lebih efektif dan sederhana.
Calon-calon untuk pulmonary vein isolation. Umumnya, calon-calon yang baik untuk PVI termasuk:
- Pasien-pasien dengan AF yang kronis terus menerus atau paroxysmal (sebentar-sebentar) AF
- Pasien-pasien yang mengembangkan kekambuhan AF ketika pada pengobatan-pengobatan
- Pasien-pasien dengan kekambuhan AF yang tidak dapat mentolerir efek-efek sampingan dari obat-obat jangka panjang
- Pasien-pasien dengan kekambuhan AF yang tidak menginginkan untuk meneruskan mengambil obat-obat jangka panjang atau anti-koagulasi
|