(Mesin Pencari Google)





Atrial Fibrillation



Prosedur-Prosedur Untuk Merawat Dan Mencegah Atrial Fibrillation

Setelah cardioversion yang sukses banyak pasien-pasien (sampai dengan 75%) mungkin mengalami kekambuhan dari AF dalam 12 bulan. Oleh karenanya, banyak pasien-pasien akan memerlukan perawatan jangka panjang dengan obat-obat untuk mencegah kekambuhan AF; bagaimanapun, obat-obat efektif hanya 50%-75% dari waktu dalam mencegah kekambuhan. Lebih dari itu, banyak pasien-pasien tidak dapat mentolerir efek-efek sampingan dari pengobatan jangka panjang. Untuk sebab-sebab ini, beberapa prosedur-prosedur telah dikembangkan untuk merawat dan mencegah kekambuhan dari AF; mereka termasuk:

  • Ablasi AV node dengan implantasi (penanaman) pacu jantung
  • Implantasi (penanaman) pacu jantung
  • Implantasi (penanaman) atrial defibrillator
  • Prosedur Maze
  • Isolasi pulmonary vein

Ablasi AV node dengan implantasi (penanaman) pacu jantung. Ablasi AV node adalah prosedur yang menghancurkan AV node sehingga pelepasan-pelepasan elektrik (impuls-impuls elektrik) atrial tidak dapat lewat melalui AV node untuk mengaktifkan ventricles. Prosedur biasanya dilakukan dalam unit kateterisasi jantung atau unit electrophysiology rumah sakit.

1) Prosedur. Untuk ablasi AV node, pasien-pasien diberikan pembiusan lokal untuk mengecilkan nyeri dan dibuat tenang secara ringan dengan obat-obat intravena. Menggunakan bimbingan x-ray, kateter dimasukan melalui vena pada selangkangan untuk mencapai jantung. Rekaman-rekaman elektrik dari bagian dalam jantung membantu melokalisir AV node. AV node dihancurkan (diablasi) menggunakan panas yang dipasok oleh kateter. Setalah ablasi yang sukses dari AV node, impuls-impuls elektrik dari atria tidak dapat lagi mencapai ventricles. Penghancuran dari AV node (apakah dengan ablasi kateter atau oleh penyakit yang terjadi dengan penuaan) dapat menjurus pada angka kontraksi-kontraksi ventricle yang lambatnya berlebihan (angka denyut jantung yang lambat). Oleh karenanya, pacu jantung ditanamkan (diimplantasikan) dalam rangka untuk mencegah jantung dengan angka denyut jantung aman yang minimum.

2) Manfaat-manfaat dari ablasi AV node. Manfaat-manfaat dari ablasi AV node dan implantasi pacu jantung termasuk:

  • permulaan lagi dari angka denyut jantung yang teratur (meskipun pacu jantung mungkin menentukan angka denyut jantung)
  • pembebasan dari palpitasi-palpitasi, pingsan, kepeningan, dan sesak napas
  • kemampuan untuk menghentikan obat-obat dan menghindari efek-efek sampingan mereka yang berpotensi serius

3) Risiko-risiko dari ablasi AV node. Komplikasi-komplikasi yang berpotnsi dari ablasi AV node dan implantasi yang permanen dari pacu jantung termasuk perdarahan, infeksi, serangan jantung, stroke, introduksi dari udara kedalam ruang antara paru dan dinding dada, dan kematian. Tetap, teknik ini telah membantu banyak pasien-pasien dengan gejala-gejala yang parah untuk hidup secara normal.

4) Calon-calon untuk ablasi AV node. Calon-calon untuk ablasi AV node adalah pasien-pasie dengan AF yang merespon secara buruk pada keduanya chemical dan electrical cardioversion. Pasien-pasien ini mengalami kekambuhan-kekambuhan AF yang berulangkali, seringkali dengan angka-angka yang cepat dari kontraksi-kontraksi ventricle meskipun dengan obat-obat. Ablasi juga mungkin adalah opsi (pilihan) untuk pasien-pasien yang mengembangkan efek-efek sampingan yang serius dari obat-obat yang digunakan untuk merawat dan mencegah AF.

5) Keterbatasan-keterbatasan dari ablasi AV node. Ablasi AV node hanya mengontrol angka dengannya ventricles berdenyut. Ia tidak merubah AF ke irama normal. Oleh karenanya, gumpalan-gumpalan darah masih dapat terbentuk dalam atria dan pasien-pasien tetap berada pada risiko stroke-stroke. Jadi, ada keperluan untuk antikoagulasi jangka panjang sebagai tambahan pada pacu jantung yang permanen.

Pacu jantung (Pacemaker). Pacu jantung- pacu jantung permanen adalah alat-alat yang dioperasikan dengan baterai yang menghasilkan impuls-impuls elektrik yang menyebabkan jantung untuk berdenyut lebih cepat ketika jantung berdenyut terlalu perlahan. Studi-stui baru-baru ini menyarankan bahwa beberapa pasien-pasien dengan paroxysmal AF yang kambuh dapat mendapat manfaat dari implantasi pacu jantung yang permanen. Meskipun sebab-sebab untuk manfaat ini tidak diketahui, impuls-impuls elektrik yang teratur dari pacu jantung mungkin mencegah kekambuhan AF. Lebih jauh, pacu jantung-pacu jantung yang lebih baru yang dapat menstimulasi dua tempat-tempat yang berbeda dalam atria (dual site atrial pacing) mungkin bahkan adalah lebih efektif daripada pacu jantung standar dalam mencegah AF. Meskipun demikian, implantasi pacu jantung permanen tidak dadpat dipertimbangkan sebagai perawatan AF non-medis yang standar.

Implantasi atrial defibrillators. Atrial defibrillators yang diimplantasikan dapat mendeteksi dan merubah AF kembali ke irama normal dengan menggunakan kejutan-kejutan bertenaga tinggi. Dengan mendeteksi AF dan mengakhirinya secara cepat, dokter-dokter berharap bahwa alat-alat ini akan mencegah kekambuhan-kekambuan dari AF melalui jangka panjang.

Atrial defibrillators diimplantasikan secara operasi didalam dada dibawah pembiusan lokal. Alat-alat ini memasok kejutan-kejutan bertenaga tinggi pada jantung yang adalah sedikit banyak menyakitkan. Atrial defibrillators tidak berguna pada pasien-pasien dengan AF yang kronis terus menerus dan cocok hanya untuk pasien-pasien dengan serangan-serangan AF episodik yang jarang.

Prosedur Maze. Banyak dokter-dokter percaya bahwa atria tidak dapat fibrillate (bergetar) jika mereka dibelah kedalam potongan-potongan kecil sehingga konduksi dari arus listrik melalui atria disela (diinterupsi). Selama prosedur Maze, banyak irisan-irisan dibuat dalam atria untuk mengontrol denyut jantung yang tidak teratur dan memugar kembali irama yang teratur pada jantung.

1) Prosedur. Prosedur Maze paling umum dilakukan via operasi jantung terbuka. Beberapa electrophysiologists (dokter-dokter yang dilatih khusus untuk merawat kelainan-kelainan irama) sekarang mencoba melakukan prosedur Maze menggunakan kateter-kateter didalam jantung yang dimasukan melalui vena di selangkangan tanpa operasi jantung terbuka. Sayangnya, angka keberhasilan menggunakan kateter adalah dibawah 50% dan komplikasi-komplikasi (seperti stroke-stroke) mungkin terjadi.

2) Keefektifan dari prosedur Maze. Prosedur Maze uang dilakukan secara operasi (menggunakan operasi jantung terbuka) telah dilaporkan mengkoreksi AF pada 90-99% dari pasien-pasien. Hanya 15-20% dari pasien-pasien memerlukan pacu jantung setelah operasi, dan hanya ada 30% kesempatan memerlukan obat-obat jangka panjang untuk mempertahankan irama normal.

3) Risiko-risiko dari prosedur Maze. Prosedur maze secara operasi melibatkan operasi jantung terbuka dan pemompaan darah oleh pompa bypass eksternal ketika operasi dilakukan, banyak seperti pasien-pasien yang menjalankan opersi bypass jantung. Komplikasi-komplikasi adalah signifikan dan termasuk stroke, perdarahan, infeksi, dan kematian. Oleh karenanya, dokter-dokter biasanya tidak merekomendasi prosedur maze secara operasi untuk perawatan AF kecuali pasien menjalani operasi jantung terbuka untuk kondisi lain (seperti untuk coronary artery bypass atau penggantian atau perbaikan penyakit klep jantung).



Alat Steril Botol Susu Bayi