(Mesin Pencari Google)





Appendicitis Dan

Appendectomy



Gejala-Gejala Dari Appendicitis

Gejala utama dari appendicitis adalah nyeri perut. Nyerinya pertama kali menyebar dan sukar dilokalisir, yaitu, tidak terbatas pada satu titik. (Nyeri yang sulit dilokalisir adalah khas kapan saja persoalan terbatas pada usus kecil atau colon (usus besar, termasuk appendix). Nyerinya begitu sulit untuk ditunjuk ketika ditanya untuk menunjuk pada area yang nyeri, kebayakan orang-orang mengindikasikan lokasi nyeri dengan gerakan yang memutar dari tangan mereka sekitar bagian pusat dari perut mereka. Gejala awal kedua dari appendicitis yang umum adalah kehilangan nafsu makan yang mungkin berlanjut ke mual dan bahkan muntah. Mual dan muntah juga mungkin terjadi kemudian yang disebabkan oleh rintangan usus.

Ketika peradangan appendiceal meningkat, ia meluas melalui appendix ke penutup bagian luarnya dan kemudian ke lapisan perut, selaput yang tipis yang disebut peritoneum. Sekali peritoneum menjadi meradang, nyerinya berubah dan kemudian dapat dilokalisr dengan jelas pada area yang kecil. Umumna, area ini adalah diantara bagian depan dari tulang pinggul kanan dan kancing perut. Titik yang tepat dinamakan titik McBurney seperti nama Dr. Charles McBurney. Jika appendix pecah dan infeksi menyebar keseluruh perut, nyerinya menjadi menyebar kembali karena seluruh lapisan perut meradang.

Mendiagnosa Appendicitis

Diagnosis dari appendicitis dimulai dengan sejarah yang seksama dan pemeriksaan fisik. Pasien-pasien seringkali mempunyai temperatur yang tinggi, dan biasanya akan ada kepekaan yang sedang sampai parah pada bagian kanan perut bagian bawah ketika dokter menekan disitu. Jika peradangan telah menyebar ke peritoneum, seringkali ada kepekaan yang memantul. Kepekaan yang memantul adalah nyeri yang memburuk ketika dokter melepas tangannya dengan cepat setelah dengan lembut menekan pada perut diatas area kepekaan.

Jumlah Sel Darah Putih

Jumlah sel darah putih dalam darah biasanya meningkat dengan infeksi. Pada appendicitis awal, sebelum terjadinya infeksi, ia dapat menjadi normal, namun paling sering ada kenaikan yang ringan bahkan pada awal. Sayangnya, appendicitis bukan satu-satunya kondisi yang menyebabkan kenaikan jumlah-jumlah sel darah putih. Hampir infeksi atau peradangan apa saja dapat menyebabkan jumlah ini menjadi tingginya abnormal. Oleh karenanya, jumlah sel darah putih yang naik sendirian tidak dapat digunakan sebagai tanda dari appendicitis.

Analisa Urin

Analisa urin adalah pemeriksaan mikroskopik dari urin yang mendeteksi sel-sel darah merah, sel-sel darah putih dan bakteri-bakteri dalam urin. Anlisa urin biasanya adalah abnormal jika ada peradangan atau batu-batu dalam ginjal-ginjal atau kantong kemih. Amalisa urin juga mungkin adalah abnormal dengan appendicitis karena appendix letak berdekatan dengan ureter dan kantong kemih. Jika peradangan dari appendicitis adalah cukup besar, ia dapat menyebar ke ureter dan kantong kemih yang menjurus pada analisa urin yang abnormal. Kebanyakan pasien-pasien dengan appendicitis, bagaimanapun, mempunyai analisa urin yang normal. Oleh karenanya, analisa urin yang normal menyarankan appendicitis lebih daripada persoalan saluran urin.

X-Ray Perut

X-ray perut mungkin mendeteksi fecalith (potongan feces sebesar kacang polong yang mengeras dan mengapur yang menghalangi mulut appendix) yang mungkin adalah penyebab dari appendicitis. Ini terutama benar pada anak-anak.

Ultrasound

Ultrasound adalah prosedur yang tidak menyakitkan yang menggunakan gelombang-gelombang suara untuk mengidentifikai organ-organ didalam tubuh. Ultrasound dapat mengidentifikasi appendix yang membesar atau bisul nanah. Meskipun demikian, selama appendicitis, appendix dapat terlihat hanya pada 50% dari pasien-pasien. Oleh karenanya, tidak melihat appendix selama ultrasound tidak menyampingkan appendicitis. Ultrasound juga bermanfaat pada wanita-wanita karena ia dapat menyampingkan kehadiran dari kondisi-kondisi yang melibatkan ovaries (indung-indung telur), tabung Fallopian dan uterus (kandungan) yang dapat meniru appendicitis.

Barium Enema

Barium enema adalah tes X-ray dimana cairan barium dimasukan kedalam colon (usus besar) dari anus untuk mengisi colon. Tes ini dapat, pada saat-saatnya, menunjukan imprresi pada colon pada area dari appendix dimana peradangan dari peradangan yang berdekatan berbenturan pada colon. Barium enema juga dapat menyampingkan persoalan-persoalan usus lain yang meniru appendicitis, contohnya penyakit Crohn.

Computerized tomography (CT) Scan

Pada pasien-pasien yang tidak hamil, CT scan dari area appendix adalah bermanfaat dalam mendiagnosa appendicitis dan bisul-bisul nanah peri-appendiceal serta dalam menyampingkan penyakit-penyakit lain didalam perut dan pelvis yang dapat meniru appendicitis.

Laparoscopy

Laparoscopy adalah prosedur operasi dimana tabung fiberoptic kecil dengan kamera dimasukan kedalam perut melalui lubang tusukan yang dibuat pada dinding perut. Laparoscopy mengizinkan penglihatan langsung dari appendix serta organ-organ perut dan pelvis lainnya. Jika appendicitis ditemukan, appendix yang meradang dapat dikeluarkan dengan laparoscope. Kerugian dari laparoscopy dibanding pada ultrasound dan CT adalah bahwa ia memerlukan pembiusan keseluruhan.

Tidak ada satu tes pun yang akan mendiagnosa appendicitis dengan kepastian. Oleh karenanya, pendekatan pada appendicitis yang dicurigi mungkin termasuk periode pengamatan, tes-tes seperti yang didiskusikan sebelumnya, atau operasi.



Alat Steril Botol Susu Bayi