(Mesin Pencari Google)





Penyakit Alzheimer



Mendiagnosa Penyakit Alzheimer

Mulai juni tahun 2007, tidak ada tes darah yang spesifik, atau tes pencitraan yang digunakan untuk diagnosis penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer didiagnosa ketika: 1) seorang mempunyai penurunan kognitif yang cukup untuk memenuhi kriteria untuk dementia; 2) perjalanan kliniknya konsisten dengan yang dari penyakit Alzheimer; 3) tidak ada penyakit-penyakit otak lain atau proses-proses lain yang adalah penjelasan-penjelasan yang lebih baik untuk dementia.

Kondisi-Kondisi Lain Mana Yang Harus Disaring ?

Ada banyak kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan dementia, yang termasuk berikut:

Penyakit-Penyakit Neurological: Penyakit Parkinson, penyakit cerebrovascular dan stroke-stroke, tumor-tumor otak, gumpalan-gumpalan darah, dan multiple sclerosis dapat adakalanya dihubungkan dengan dementia meskipun banyak pasien-pasien dengan kondisi-kondisi ini secara kognitif adalah normal.

Penyakit-Penyakit Infeksius: Beberapa infeksi-infeksi otak seperti syphilis kronis, HIV kronis, atau meningitis jamur kronis dapat menyebabkan dementia.

Efek-Efek Sampingan Dari Obat-Obat: Banyak obat-obat dapat menyebabkan gangguan kognitif, terutama pada pasien-pasien kaum tua. Mungkin pelanggar-pelanggar yang paling sering adalah obat-obat yang digunakan untuk mengontrol urgensi kantong kemih dan incontinence. Obat-obat psikiatrik seperti obat-obat anti-depressants dan anti-ketakutan dan obat-obat neurological seperti obat-obat anti-serangan dapat juga dihubungkan dengan gangguan kognitif.

Jika dokter mengevaluasi seorang dengan gangguan kognitif yang berada pada salah satu dari obat-obat ini, obat seringkali diberikan dan/atau dihentikan secara hati-hati untuk menentukan apakah itu mungkin adalah penyebab dari gangguan kognitif. Jika adalah jelas bahwa gangguan kognitif mendahului penggunaan obat-obat, pemberian semacam itu mungkin tidak diperlukan. Pada sisi lain, obat-obat psykiatrik, neurological, dan incontinence seringkali diresepkan secara tepat pada pasien-pasien dengan penyakit Alzheimer. Pasien-pasien seperti itu perlu diikuti secara seksama untuk menentukan apakah obat-obat ini menyebabkan perburukan kognitif apa saja.

Penyakit-Penyakit Psikiatrik: Pada orang-orang yang lebih tua, beberapa bentuk-bentuk dari depresi dapat menyebabkan persoalan-persoalan dengan memori dan konsentrasi yang awalnya mungkin tidak dapat dibedakan dari gejala-gejala awal penyakit Alzheimer. Adakalanya, kondisi-kondisi ini, dirujuk sebagai pseudodementia, dapat dibalikan. Studi-studi telah menunjukan bahwa orang-orang dengan depresi dan gangguan kognitif yang berdampingan (memikir, memori) kemungkinan besar mempunyai dementia yang mendasarinya ketika diikuti untuk beberapa tahun.

Penyalahgunaan Zat Kimia: Penyalahgunaan obat-obat yang legal dan/atau ilegal dan penyalahgunaan alkohol seringkali dihubungkan dengan gangguan kognitif.

Penyakit-Penyakit Metabolik: Disfungsi tiroid, beberapa penyakit-penyakit steroid, dan kekurangan-kekurangan nutrisi seperti kekurangan vitamin B12 atau kekurangan thiamine adakalanya dihubungkan dengan gangguan kognitif.

Trauma: Luka-luka kepala yang signifikan dengan luka-luka memar otak mungkin menyebabkan dementia. Gumpalan-gumpalan darah sekitar bagian luar dari otak (subdural hematomas) mungkin juga dihubungkan dengan dementia.

Faktor-Faktor Racun: Konsekwensi-konsekwensi jangka panjang dari keracunan carbon monoxide yang akut dapat menjurus pada encephalopathy dengan dementia. Pada beberapa kasus-kasus yang jarang, keracunan metal berat dapat dihubungkan dengan dementia.

Tumor-Tumor: Banyak tumor-tumor otak primer dan metastatik dapat menyebabkan dementia. Bagaimanpun, banyak pasien-pasien dengan tumor-tumor otak tidak mempunyai atau mempunyai sedikit gangguan kognitif yang berhubungan dengan tumor.

Kepentingan Dari Evaluasi Klinik Secara Komprehensif

Karena banyak penyakit-penyakit lain dapat dikacaukan dengan penyakit Alzheimer, evaluasi klinik secara komprehensif adalah penting untuk sampai pada diagnosis yang benar. Penilaian semacam itu harus termasuk paling sedikit tiga komponen-komponen utama; 1) pengkajian medik umum keseluruhan, 2) pemeriksaan neurological termasuk pengujian memori dan fungsi-fungsi pemikiran yang lain, dan 3) evaluasi psikiatrik untuk menilai suasana hati, ketakutan, dan kejernihan pemikiran.

Evaluasi semacam itu memakan waktu - biasanya paling sedikit satu jam. Pada sistim pelayanan kesehatan Amerika, neurologists (ahli-ahli neurologi), psychiatrists (ahli-ahli psikiatrik), atau geriatricians (ahli-ahli geriatrics) seringkali terlibat. Meskipun demikian, dokter apa saja mungkin mampu untuk melakukan evaluasi yang menyeluruh.

The American Academy of Neurology telah mempublikasikan petunjuk-petunjuk yang termasuk pencitraan dari otak pada evaluasi awal dari pasien-pasien dengan dementia. Studi-studi ini adalah noncontrast CT scan atau MRI scan. Prosedur-prosedur pencitraan lain yang melihat pada fungsi otak (functional neuroimaging), sperti SPECT, PET, dan fMRI, mungkn bermanfaat pada kasus-kasus spesifik, namun umumnya tidak diperlukan. Bagaimanapun, pada banyak sistim-sistim pelayanan kesehatan diluar Amerika, pencitraan otak bukan sebagai bagian standar dari penilaian untuk kemungkinan penyakit Alzheimer.

Meskipun banyak usaha-usaha, identifikasi dari tes darah untuk mendiagnosa penyakit Alzheimer tetap menjadi sukar dipahami. Mulai juni tahun 2007, pengujian semacam itu tidak tersedia secara luas dan direkomendasikan.



Alat Steril Botol Susu Bayi