(Mesin Pencari Google)
Penyakit Alzheimer
Penyebab-Penyebab Penyakit Alzheimer
Penyebab-penyebab dari penyakit Alzheimer tidak diketahui. Amyloid cascade hypothesis adalah yang paling luas didiskusikan dan hipotesis yang ditelititentang pentebab dari penyakit Alzheimer. Data paling kuat yang mendukung amyloid cascade hypothesis datang dari studi dari penyakit Alzheimer yang timbul dini yang diwariskan (genetik). Mutasi-mutasi yang dihubungkan dengan penyakit Alzheimer telah ditemukan pada kira-kira setengah dari pasien-pasien dengan penimbulan dini penyait. Pada semua pasien-pasien ini, mutasi menjurus pada produksi yang berlebihan dalam otak dari bentuk spesifik fragmen protein kecil yang disebut ABeta (Aβ). Banyak ilmuwan-ilmuwan percaya bahwa pada mayoritas dari kasus-kasus sporadis (contohnya, yang bukan diwariskan) penyakit Alzheimer (these make up the vast majority of all cases of Alzheimer's disease) ada terlalu sedikit pengeluaran dari protein Aβ ini daripada terlalu banyak produksi. Pada kasus apa saja, banyak dari penelitian dalam menemukan cara-cara untuk mencegah atau memperlambat penyakit Alzheimer telah berfokus pada cara-cara untuk mengurangi jumlah Aβ dalam otak.
Faktor-Faktor Risiko Untuk Penyakit Alzheimer
Faktor risiko yang paling besar untuk penyakit Alzheimer adalah umur yang meningkat. Kemungkinan mengembangkan penyakit Alzheimer berlipat dua setiap 5.5 tahun dari umur 65 sampai 85 tahun. Padahal hanya 1%-2% dari individu-individu yang berumur 70 tahun mempunyai penyakit Alzheimer, pada beberapa studi-studi sekitar 40% dari individu-individu yang berumur 85 tahun mempunyai penyakit Alzheimer. Meskipun demikian, paling sedikit setengah dari orang-orang yang hidup melewati umur 95 tahun tidak mempunyai penyakit Alzheimer.
Bentuk-bentuk umum dari gen-gen tertentu meningkatkan risiko mengembangkan penyakit Alzheimer, namun tidak tanpa kecuali menyebabkan penyakit Alzheimer. Gen berisiko yang paling baik dipelajari adalah satu yang menyandikan apolipoprotein E (apoE). Gen apoE mempunyai tiga bentuk yang berbeda (alleles) -- apoE2, apoE3, dan apoE4. Bentuk apoE4 dari gen telah dihubungkan dengan risiko penyakit Alzheimer yang meningkat pada kebanyakan (namun tidak semua) populasi yang dipelajari. Frekwensi dari versi apoE4 dari gen pada populasi umum berbeda-beda, namun selalu kurang dari 30% dan seringkali 8%-15%. Orang-orang dengan satu salinan dari gen E4 biasanya mempunyai kira-kira dua sampai tiga kali risiko yang meningkat mengembangkan penyakit Alzheimer. Orang-orang dengan dua salinan dari gen E4 (biasanya sekitar 1% dari populasi) mempunyai kira-kira sembilan kali peningkatan risiko. Meskipun demikian, bahkan orang-orang dengan dua salinan dari gen E4 tidak selalu mendapatkan penyakit Alzheimer. Paling sedikit satu salinan dari gen E4 ditemukan pada 40% dari pasien-pasien dengan penyakit Alzheimer yang sporadis atau penimbulan belakangan.
Ini berarti bahwa pada mayoritas dari pasien-pasien dengan penyakit Alzheimer, tidak ada faktor risiko genetik telah ditemukan. Kebanyakan ahli-ahli tidak merekomendasikan bahwa anak-anak dewasa dari pasien-pasien dengan penyakit Alzheimer harus mempunyai pengujian genetik untuk gen apoE4 karena tidak ada perawatan untuk penyakit Alzheimer. Ketika perawatan-perawatan medik yang mencegah atau mengurangi risiko mengembangkan penyakit Alzheimer menjadi tersedia, pengujian genetik mungkin direkomendasikan untuk anak-anak dewasa dari pasien-pasien dengan penyakit Alzheimer sehingga mereka mungkin dirawat.
Banyak, namun tidak semua, studi-studi telah menemukan bahwa wanita-wanita mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk penyakit Alzheimer daripada pria-pria. Adalah pasti benar bahwa wanita-wanita hidup lebih lama daripada pria-pria, namun umur sendiri tidak nampak menjelaskan frekwensi yang meningkat pada wanita-wanita. Frekwensi meningkat yang nyata dari penyakit Alzheimer pada wanita-wanita telah memimpin pada penelitian yang sangat tentang peran dari estrogen pada penyakit Alzheimer. Studi-studi baru-baru ini menyarankan bahwa estrogen harus tidak diresepkan pada wanita-wanita post-menopause untuk maksud mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Meskipun demikian, peran dari estrogen pada penyakit Alzheimer tetap sebagai area dari fokus penelitian.
Beberapa studi-studi telah menemukan bahwa penyakit Alzheimer terjadi lebih sering diantara orang-orang yang menderita luka-luka kepala traumatic yang signifikan diawal kehidupannya, terutama diantara yang dengan gen apoE 4.
Sebagai tambahan, banyak, namun tidak semua studi-studi, telah menunjukan bahwa orang-orang dengan pendidikan formal yang terbatas - biasanya kurang dari delapan tahun - berada pada risiko yang meningkat untuk penyakit Alzheimer. Tidak diketahui apakah ini mencerminkan cadangan kognitif yang berkurang atau faktor-faktor lain yang berhubungan dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah.
|