(Mesin Pencari Google)





ACHALASIA



Gejala-Gejala Achalasia

Gejala paling umum dari achalasia adalah kesulitan menelan (dysphagia). Pasien-pasien secara khas menggambarkan makanan yang menyangkut di dada setelah ia ditelan. Dysphagia terjadi dengan keduanya makanan padat dan cair. Leih dari itu, dysphagia adalah konsisten, yang berarti bahwa ia terjadi selama hampir setiap kali makan.

Adakalanya, pasien-pasien akan menggambarkan hanya sensasi yang berat di dada mereka setelah makan yang mungkin memaksa mereka untuk berhenti makan. Adakalanya, nyerinya mungkin parah dan meniru sakit jantung.

Memuntahkan makanan yang tersangkut di esophagus dapat terjadi, terutama ketika esophagus melebar. Jika memuntahkan terjadi pada malam hari ketika pasien sedang tidur, makanan dapat memasuki kerongkongan dan menyebabkan batuk dan tersedak. Jika makanan memasuki trachea (pipa udara) dan paru, ia dapat menjurus pada pneumonia (aspiration pneumonia).

Karena persoalan menelan makanan, sebagaian besar dari pasien-pasien dengan achalasia kehilangan berat badan.

Komplikasi-Komplikasi Achalasia

Komplikasi-komplikasi dari achalasia termasuk kehilangan berat badan dan aspiration pneumonia. Disana seringkali ada peradangan dari esophagus, yang disebut esophagitis, yang disebabkan oleh efek iritasi dari makanan dan cairan-cairan yang menumpuk di esophagus untuk periode-periode waktu yang berkepanjangan. Mungkin juga ada pemborokan-pemborokan esophagus.

Yang menjadi kekhawatiran yang potensial adalah kemungkinan bahwa ada kejadian yang meningkat dari kanker Esophagus pada pasien-pasien dengan achalasia. Bagaimanapun, tidak ada bukti ilmiah yang cukup bahwa achalasia meningkatkan risiko seseorang mengembangkan kanker esophagus, jadi otoritas-otoritas sekarang ini tidak merekomendasi bahwa pasien-pasien dengan achalasia menjalani endoskopi pencernaan bagian atas secara teratur untuk pengawasan kanker.



Alat Steril Botol Susu Bayi