(Mesin Pencari Google)
ACHALASIA
Fungsi Abnormal Esophagus Pada Achalasia
Pada achalasia ada ketidakmampuan dari sphincter bagian bawah untuk mengendur dan membuka untuk membiarkan makanan lewat kedalam lambung. Pada paling sedikit setengah dari pasien-pasien, tekanan waktu istirahat dari sphincter bagian bawah (tekanan pada sphincter bagian bawah ketika pasien sedang tidak menelan) juga tingginya abormal. Sebagai tambahan pada kelainan-kelainan dari sphincter bagian bawah, otot dari setengah bagian bawah dari esophagus tidak berkontraksi secara normal, yaitu, gelombang-gelombang peristaltik tidak terjadi, dan oleh karenanya makanan dan alir liur tidak didorong kebawah esophagus dan kedalam lambung. Beberapa pasien-pasien dengan achalasia mempunyai gelombang-gelombang yang tinggi tekanannya pada tubuh esophagus bagian bawah setelah menelan, namun gelombang-gelombang yang bertekanan tinggi ini tidak efektif dalam mendorong makanan kedalam lambung. Pasien-pasien ini dirujuk sebagai mempunyai achalasia yang "hebat". Kelainan-kelainan dari sphincter bagian bawah dan tubuh esophagus ini bertanggung jawab untuk kenyangkutan makanan dalam esophagus.
Penyebab Achalasia
Penyebab dari achalasia tidak diketahui. Teori-teori atas penyebab melibatkan infeksi, kelainan atau yang diwariskan dari sistim imun yang menyebabkan tubuh sendiri untuk merusak esophagus (penyakit autoimun).
Esophagus mengandung keduanya otot dan syaraf-syaraf. Syaraf-syaraf mengkoordinasi pengenduran dan pembukaan dari sphincters serta gelombang-gelombang peristaltik dalam tubuh esophagus. Achalasia mempunyai efek-efek pada keduanya otot-otot dan syaraf-syaraf dari esophagus; bagaimanapun, efek-efek pada syaraf-syaraf dipercayai adalah yang paling penting. Diawal achalasia, peradangan dapat terlihat dibawah mikroskop pada otot dari esophagus bagian bawah, terutama sekitar syaraf-syaraf. Ketika penyakitnya berlanjut, syaraf-syaraf mulai degenerasi dan akhirnya menghilang, terutama syaraf-syaraf yang menyebabkan lower esophageal sphincter untuk mengendur. Masih kemudian pada kelanjutan dari penyakit, sel-sel otot mulai degenerasi, mungkin karena kerusakan pada syaraf-syaraf. Hasil dari perubahan-perubahan ini adalah sphincter bagian bawah yang tidak dapat mengendur dan otot pada tubuh esophagus bagian bawah yang tidak dapat mendukung gelombang-gelombang peristaltik. Dengan berjalannya waktu, tubuh dari esophagus meregang dan menjadi sangat membesar (melebar).
|